Langsung ke konten utama

Yang dibutuhkan bukan itu

 Aku kembali dengan pikiran sedikit lega. Ada kecewa sedikit. Tapi aku pikir ini yang terbaik.


Aku perempuan berusia 27 tahun. Sok-sok an ingin berkembang dengan banyak aktivitas seolah-olah umurku masih 20 tahun. Aku begitu karena merasa telah lepas dari hubungan yang selama ini mengikatku dan merusakku. Jadi seolah-olah aku ingin kembali seperti dulu.

Aku mencoba banyak kegiatan diluar pekerjaan pokokku. Ikut daftar radio anak muda, ikut daftar freelance, news anchor, mencoba jadi content creator. Hasilnya? ternyata tidak bisa semaksimal dulu. Apalagi shiftku yang menyita jam tidur malam.

Setelah aku jalani, badanku tidak sanggup dan tidak semuda dulu. Alhasil, tidak ada yang maksimal. AKu terlalu lelah untuk training di radio, terlalu capek untuk buat konten karena harus fokus ke pekerjaan utamaku yang 9 jam itu. Mencoba ikhlas mungkin memang bukan duniaku lagi disitu. Akhirnya aku tidak lolos menjadi penyiar anak muda. Gayaku yang lembut dan formal memang tidak bisa kalau disuruh dar der dor.



Ada kecewanya, tapi sebagian diriku lega. Aku tidak harus berfikir keras dan belajar keras mengenai siara dan suara. Bisa menjadi diriku sendiri. Bisa santai setelah kerja. Aku pikir aku butuh uang banyak untuk bisa memenuhi gaya hidupku dan mendapat validasi orang lain. Ternyata yang aku butuhkan adalah bersantai.

ternyata aku cuma butuh santai

 Untuk menjadi content creator, aku masih mencoba usahakan. Tapi nanti kalau aku bisa mendapat pekerjaan yang jelas dengan gaji cukup besar, sepertinya aku akan membuat konten semauku, bukan karena tuntutan pekerjaan karena butuh uang. Capek kalau hidup hanya untuk mengejar uang. Semakin dewasa semakin sadar kalau kedamaian itu adalah hal yang utama dalam hidup.

Bayangin, bisa chill setelah pulang kerja. Weekend bisa jalan-jalan tanpa harus memikirkan beban ide dan pekerjaan. Pendapatan dari pekerjaan utama sudah cukup untuk bersantai. Sudah bisa membeli validasi. Sepertinya cukup. Jadi sekarang aku rasa aku ingin improve ke karir, fokus pada satu karir, dan menikmati pendapatannya tanpa khawatir akan sesuatu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seklumit Hidup yang Belum Terceritakan

"hhh hidup.." Lama juga tak banyak bersua di blog yang gaje ini. Lama tak menyuarakan hidup di sini. Aku kembali. Seperti beberapa tahun lalu, mau menuliskan sekelumit hidupku. Banyak yang terlewatkan, dan akan ku ceritakan. Tahun 2016, sudah kuceritakan, kan? Aku bertemu dan menjalin hubungan dengan seseorang. Tahun 2018 aku harus berpisah, mematahkan hatiku sendiri. Tahun 2018 ibarat tahun perjuangan juga bagiku. Dari sisi keluarga, ekonomi, cinta, dan banyak hal. Tunggu, sepertinya memang hidupku banyak berjuangnya setelah ku baca-baca kembali cerita hidup lamaku, Hidup itu memang perjuangan ya haha.. Baiklah, dimulai di tahun 2018. Berarti saat ini umurku tepat 20 tahun, terjadi proses pendewasaan. Disitulah juga, orangtuaku terlilit hutang karena ditipu. Tidak punya rumah, semua lenyap, pindah-pindah. Aku pun sering juga kena marah dari banyak orang karena hutang orangtuaku. Diikutin sama orang yang tak dikenal. Harus jaga adik. Harus pura-pura berani dan tegar. Lagipula...
Impian Menjadi Penulis Sesuatu yang membanggakan adalah ketika telah menjadi penulis sukses seperti Andre Hirata, Dewi Dee Lestari, Agnes Davonar, dan masih banyak lagi. Terlebih telah sukses menerbitkan banyak buku best seller yang mampu menarik sutradara untuk dijadikan film. Menjadi penulis sukses seperti mereka adalah suatu impian besar. terlihat mudah untuk dapat membuat cerita, namun cukup sulit untuk menuangkannya dalam suatu buku yang akhirnya layak untuk diterbitkan. Ternyata sangat sulit untuk merampungkan satu cerita untuk dijadikan novel. Tetapi entah kenapa para penulis sukses itu bisa menulis lebih dari satu novel. awalnya, aku merasa mungkin itu memang sudah bakat. Namun, saat aku membaca sedikit biografi dari Agnes Davonar yang ternyata tidak memiliki latar belakang sastra dan seni bisa menerbitkan buku fenomenal, salah satunya adalah Surat Kecil Untuk Tuhan. Menjadi penulis itu sangat banyak keuntunganya. Selain memiliki rasa kepuasan tersendiri, menj...
Karanganyar-SMAN 1 Karanganyar mengadakan MOS (Masa Orientasi Siswa) pada hari Senin (14/7) hingga hari Rabu (16/7). berbeda dengan MOS tahun sebelumnya, ,MOS tahun ini diisi dengan banyak maeri dari guru. Diantaranya materi tentang Tata Krama oleh Drs. Warsudi, salah satu guru BK SMAN 1 Karanganyar, materi Tata Tertib oleh Brata, S.Pd, Guru SMAN 1 Karanganyar, dan lain sebagainya. Tak lupa OSIS, Pramuka, Teater, Paduan Suara SMAN 1 Karanganyar turut mengisi kegiatan MOS serambi promosi tentang organisasi mereka. Tak lupa PBB dan tata Upacara pun tetap dilaksanakan dengan bimbingan dari Teguh Riyanto, S.Pd, Guru olahraga SMAN 1 Karanganyar. Hanya saja, PBB dan Tata Upacara dilakukan sebentar karena bertepatan pada bulan Puasa. (wanda chacha)